Night Diamond Slide Glow

Makalah Makna Syahadatain


AL ISLAM 1
MAKNA SYAHADATAIN


Disusun oleh:
Akmalul Rizqi

                        NPM       : 2018120001
                        Jurusan  : Administrasi Publik
                        Fakultas : Ilmu Sosial & Ilmu Politik

2018


KATA PENGANTAR

Assalamualikum Wr.Wb

Puji syukur  senantiasa selalu kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan limpahan Rahmat,Taufik dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Shalawat serta salam tak lupa kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukan jalan kebaikan dan kebenaran di dunia dan akhirat kepada umat manusia.

Makalah ini di  susun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Al Islam 1 dan juga untuk khalayak ramai sebagai bahan penambah ilmu pengetahuan serta informasi yang semoga bermanfaat.

Makalah ini di susun semaksimal mungkin. Namun, saya menyadiri bahwa dalam penyusunan makalah ini tentu tidaklah sempurna dan masih banyak kesalahan serta kekurangan. Maka dari itu saya sebagai penyusun makalah ini mohon kritik, saran dan pesan dari semua yang membaca makalah ini terutama. Dosen Mata Kuliah Al Islam 1 yang saya harapkan sebagai bahan koreksi.

Wa’alaikumsalam Wr.Wb




Jakarta, 7 September 2018




Akmalul Rizqi



DAFTAR ISI
JUDUL............................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR...................................................................................................... ii
DAFTAR ISI..................................................................................................................... iii
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang........................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah...................................................................................................... 2
C. Tujuan & Manfaat Penulisan...................................................................................... 2
BAB II. PEMBAHASAN
A.    Kalimat Syahadat..................................................................................................... 3
B.     Makna dan Fungsi dua kalimat Syahadat................................................................. 8
C.     Yang membatalkan Syahadat................................................................................... 10
BAB III. PENUTUP
A.    Kesimpulan.............................................................................................................. 14
B.     Saran........................................................................................................................ 14
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................... 15






BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

Dua kalimat syahadat (Asyhadu alaa ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah) merupakan rukun Islam yang pertama yang diatasnya didirikan amalan dan tidak diterima suatu amal tanpa keduanya.
Syahadat adalah penyaksian terhadap Allah dan Nabi Muhammad sebagai Rasulullah.Kalimat syahadat sudah begitu populer di kalangan umat Islam, karena syarat keislaman seseorang adalah wajib mengucapkan 2 kalimat syahadat.
Di kalangan masyarakat awam 2 kalimat syahadat ini tidak bermakna sama sekali. Mereka merasa telah beragama Islam jika telah mengucapkan 2 kalimat syahadat yang tanpa makna sama sekali.
Kalimat syahadat seharusnya bukan sekedar diucapkan.Maknanya harus masuk ke dalam hati nurani.Jika sekedar mengucapkan saja yang tanpa makna maka burung beo pun juga bisa mengucapkannya. Kalimat syahadat harus benar-benar menjadi pondasi dan titik berangkat bagi perjalanan seorang muslim menuju Tuhan.
Adapun mengucapkan syahadat dengan lisan dan mengingkarinya di dalam hati, ini adalah jalan orang-orang munafik. Allah Ta’ala berfirman tentang mereka (yang artinya),
”Sesungguhnya orang-orang munafik itu ditempatkan pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapati seorang penolong pun bagi mereka.” (QS. An Nisaa : 145).
Sebaliknya, jika hanya meyakini dalam hati, tetapi tidak mengucapkannya dan melaksanakan konsekuensinya, maka tidaklah bermanfaat keyakinannya itu.Sebagaimana yang terjadi pada paman Nabi, Abu Thalib, dan sebagian besar kaum musyrikin jahiliyyah.
Pertanyaan kita sekarang ini mengapa kalimat syahadat ada 2, syahadat pertama kita ‘menyaksikan’ Tuhan yang punya Nama Allah dan syahadat kedua kita ‘menyaksikan’ Nabi Muhammad sebagai Rasulullah?
Dalam makalah ini materi yang akan dibahas adalah tentang syahadatain yang terdiri dari syahadat tauhid dan syahadat rasul beserta makna, keutamaan dan implementasinya.






B.     Rumusan Masalah
1.      Kalimat Syahadat
2.      Makna dan Fungsi dua kalimat Syahadat
3.      Yang membatalkan Syahadat


C.     Tujuan dan Manfaat Penulisan
1.      Untuk mengetahui alasan orang Islam wajib berikrar dengan syahadatain.
2.      Untuk mengetahui kenapa orang Islam wajib menyakini syahadatain.
3.      Untuk mengetahui cara menaklukkan dunia dengan syahadatain.
4.      Untuk mengetahui apa saja keutamaan memahami makna syahadatain.



BAB II
PEMBAHASAN

A.   Kalimat Syahadat
                        Syahadatain atau dua kalimat syahadat adalah dua perkataan pengakuan yang diucapkan dengan lisan dan dibenarkan oleh hati untuk menjadikan diri orang Islam.
Lafadz kalimat syahadat adalah:
“ Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar rasulullaah”
Artinya:
“ Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”
            Jika seseorang yang bukan Islam membaca dua kalimat syahadat dengan sungguh-sungguh, yakni membenarkan dengan  hati apa yang ia ucapkan, serta mengerti apa yang diucapkan, maka masuklah ia ke dalam agama Islam, dan wajiblah ia mengerjakan rukun islam yang lima, yaitu sholat lima waktu, zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu.

Syahadatain terdiri dari syahadat tauhid dan syahadat rasul, berikut penjelasannya:
1.      Syahadat Tauhid
Bunyi kalimat syahadat yang pertama sebagai berikut:

أَشْهَدُ أَنْ لَا ِإلَٰهَ إِلَّا اللهُ
“Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.” Dengan mengucapkan kalimat ini berarti kita telah ‘menyaksikan’ Tuhan yang punya Nama Allah. Sebagaimana dalam QS. Thaha ayat 14 yang berbunyi

: إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاة لِذِكْرِي ١٤-
“Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan yang berhakdisembah selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlahshalat untuk mengingat Aku”



Tuhan mengenalkan Diri-Nya dengan Nama Allah: Innanī Ana Allah “Sesungguhnya AKU ini (bernama) ALLAH”. Kemudian Nabi Muhammad SAW diperintah untuk mengenalkan Tuhan Yang Maha Esa dengan Nama ALLAH: Qul Huwa Allahu Aḥad “Katakanlah (hai Muhammad) DIA itu (bernama) ALLAH, (DIA itu) Maha Esa”.

Jadi, Allah itu adalah Nama Tuhan. Atau lebih tepatnya salah satu Nama Tuhan, karena DIA mempunyai banyak Nama, yakni Al-Asma`ul Ḥusna. Nama-nama yang baik bagi Tuhan ada 99 Nama (Allah, al-Raḥman, al-Raḥim, al-Malik, dan seterusnya). Tapi Nama Allah adalah Nama yang mencakup seluruh Asma. Karena itulah Nama Allah paling sering disebut. Tapi perlu diingat, Allah itu bukan Tuhan melainkan Nama Tuhan, atau salah satu Nama Tuhan.
Makna Syahadat "Laa ilaaha illallah" Yaitu beri'tikad dan berikrar bahwasanya tidak ada yang berhak disembah dan menerima ibadah kecuali Allah Subhanahu wa Ta'ala, menta'ati hal terse-but dan mengamalkannya. La ilaaha menafikan hak penyembahan dari selain Allah, siapa pun orangnya. Illallah adalah penetapan hak Allah semata untuk disembah. 
Jadi makna kalimat ini secara ijmal (global) adalah, "Tidak ada sesembahan yang hak selain Allah". Khabar "Laa " harus ditaqdirkan "bi haqqi" (yang hak), tidak boleh ditaqdirkan dengan "maujud " (ada). Karena ini menyalahi kenyataan yang ada, sebab Tuhan yang disembah selain Allah banyak sekali. Hal itu akan berarti bahwa menyembah Tuhan-Tuhan tersebut adalah ibadah pula untuk Allah. Ini Tentu kebatilan yang nyata. 

2.      Syahadat Rasul
Bunyi syahadat yang kedua sebagai berikut:

أَشْهَدُ أَنَّ محمدًا رَسُوْلُ اللهِ
“Dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu adalah Rasulullah.”Dengan mengucapkan kalimat ini berarti kita telah ‘menyaksikan’ Nabi Muhammad SAW sebagai Rasulullah. Al-Quran menegaskan tentang hal ini yang artinya:
Makna Syahadat "Anna Muhammadan Rasulullah" Yaitu mengakui secara lahir batin bahwa beliau adalah hamba Allah dan Rasul-Nya yang diutus kepada manusia secara keseluruhan, serta mengamalkan konsekuensinya: mentaati perintahnya, membenarkan ucapannya, menjauhi larangannya dan tidak menyembah Allah kecuali dengan apa yang disyari'atkan.






Adapun makna syahadat bagi muslim yaitu:
Bagi penganut agama Islam, Syahadat memiliki makna sebagai berikut:

a.       Pintu masuk menuju islam; syarat sahnya iman adalah dengan bersyahadatain (bersaksi dengan dua kalimat syahadah).
b.      Intisari ajaran islam; pokok dari ajaran Islam adalah syahadatain, sebagaimana ajaran yang dibawa nabi-nabi dan rosul-rosul sebelumnya. 
c.       Pondasi iman; bangunan iman dan Islam itu sesungguhnya berdiri di atas dua kalimat syahadah.
d.      Pembeda antara muslim dengan kafir; hal ini berkenaan dengan hak-hak dan kewajiban-kewajiban syariat yang akan diterima atau ditanggung oleh seseorang setelah dia mengucapkan dua kalimat syahadah.
e.       Jaminan masuk surga; Allah SWT memberi jaminan surga kepada orang yang bersyahadatain.


·         Keutamaan Syahadatain
Orang yang  menganggap cukup membacanya berulang-ulang disertai keyakinan mendapat pahala besar, kebaikan, terjaga harta dan darah, tanpa memahami maknanya dan mengamalkan tuntutannya.
Orang yang bersaksi bahwa tidak ada illah selain Allah dan bahwa muhammad adalah Rasullullah,menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal itu maka darah dan harta mereka akan dilindungi kecuali dengan hak islam dan perhitungan mereka ada pada Allah SWT (Riwayat bukhari dan Muslim)
Seorang hamba yang bersaksi, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah hamba serta utusan-Nya dengan sebenar- benarnya keluar dari lubuk hati,Alloh pasti mengharamkan dirinya dari api neraka.
Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan aku adalah utusanNya. tidak ada seorang hambapun yang merasa bimbang terhalang dari surga, ketika menghadap kepada Allah dengan dua kalimat ini (Hr Muslim).







·         Syarat Syahadat
Ketika mengucap dua kalimat syahadat haruslah dengan sungguh-sungguh, yakni membenarkan dengan hati apa yang ia ucapkan, serta mengerti apa yang diucapkan. Dengan begitu orang yang belum Islam masuk ke dalam Islam, dan wajiblah mengerjakan rukun Islam.

·                 Kewajiban Menegakkan Syahadat dengan mengikrarkan secara zhahir
·         
Perkataan Syaikh Muhammad al-Sanusi,tentang wajibnya ikrar syahadat bagi Muslim Kauni atau Muslim Keturunan

فاَعْلَمْ اَنَّ النَّاسَ عَلَى ضَرْبِيْنَ مُؤْمِنُ وَكاَفِرٌ أَمَّا الْمُؤْمِنُ بِاْلأَصَالَةِ فَيَجِيْبُ عَلَيْهِ اَنْ يُذْكَرَهَا فِى الْعُمُرِ مَرَّةً وَاحِدَةً يُنْوِى فِى تِلْكَ الْمَرَةِ بُذْكَرَهَا الْوُجُبُ وَ إِنْ تَرَكَ ذَلِكَ فَهُوَ عَاصٍ.
“ Ketahuilah,bahwa manusia terbagi menjadi 2 golongan mu’min dan Kafir,adapun mu’min ( yang berstatus keturunan ), maka wajib mengucapkan dua kalimat syahadat sekali seumur hidupnya yang diniatkan untuk menjalankan kewajiban syariat lainnya,dan jika ia menolak ( enggan bersyahadat ), maka dia telah bermaksiat. [Dikutip dalam buku menegakkan syariat syahadat,penulis oleh Umar Zia ul Haq,dalam kata pengantar.

·                    Menurut Syaikh Muhammad Abdul Wahab Rh.bahwa keislaman terbagi menjadi dua yaitu : islam kauni dan islam syar’I, adapun islam kauni islam yang berdiri atas dasar pijakan lingkungan dan keadaan dari orang tua,sebagaimana islamnya alam dan makhluk hidup yang lainnya secara fitrah penciptaan,sedangkan islam syar’I ialah keislaman yang berpijak atas dasar tuntunan syariat yang berdasar petunjuk ajaran Al-qur’an.

·         Implementasi Syahadatain
Syahadat dalam Islam merupakan rukun pertama dan sebagai dasar atau asas bagi rukun-rukun lainnya. Syahadat merupakan pernyataan atau ikrar seorang hamba atas apa yang diimaninya, atau juga sebagai ikrar dari persaksian seorang hamba atas ketuhanan Allah Swt dan Muhammad bin Abdullah sebagai utusan-Nya dan meniadakan sifat ketuhanan atas selain Allah. Oleh sebab itu pembahasan tentang syahadat sudah barang tentu didalamnya membahas tentang iman yang berarti membahas pula tentang aqidah. Berbicara tentang syahadat, berarti pula berbicara tentang dasar-dasar ajaran islam, tentang ketauhidan, dan tentang keimanan.
Akan tetapi bukan berarti bahwa syahadat itu merupakan pekerjaan hati semata, karena syahadat tergolong dalam ketentuan syara’, yakni sebagai rukun Islam yang pertama, maka konsekwensinya adalah dilakukan sebagaimana rukun-rukun islam yang lainnya.
Aqidah jelas merupakan perbuatan hati, yaitu kepercayaan hati dan pembenarannya kepada sesuatu. Sebagai pernyataan keimanannya tentu harus mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai keabsahan bahwa ia telah memeluk islam. Konsekuensinya adalah bahwa setiap orang yang akan masuk Islam diwajibkan terlebih dahulu mengucapkan dua kalimat syahadat.

Tujuannya agar setiap muslim melakukan amalnya berdasarkan pada makna dua kalimat syahadat dan dalam setiap tindakannya akan disertai keikhlasan, kejujuran, rendah hati, dan berkeadilan. Dengan demikian orang yang mengamalkan rukun pertama adalah orang yang bertakwa kepada Allah SWT.
Sehingga semua amalan yang kita lakukan pada intinya bertujuan untuk menjaga agar tetap dalam kesaksian kita bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusannya. Keyakinan inilah yang harus kita pertahankan hingga mati menjemput raga kita semua, sedangkan amal kita masih terhalang oleh banyak hal yang berkaitan dengan kebendaan kita selama hidup di dunia..
Persaksian inilah yang akan ditanyakan nanti di alam kubur sebagai pintu pertama seseorang mempertanggungjawabkan keimanannya di depan Allah, yakni tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Pada hakikatnya hidup kita ini merupakan kesaksian diri kita pada adanya Allah sebagai pencipta alam raya dan sebagai Tuhan kita, kesaksian diri kita pada Dzat yang telah menunjukkan manusia pada jalan kebenaran melalui para rasulnya, kesaksian kita pada kebenaran para rasul dan dari semua yang datang dari diri mereka.
Intinya, sebagai ummat nabi Muhammad SAW kita hidup di dunia ini untuk kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah, mengakui dan meyakini bahwa Muhammad SAW sebagai hamba dan utusan Allah, mengimani semua yang datang dari beliau, termasuk tentang para nabi dan para rasul Allah yang terdahulu. Setiap tindakan dan amal kita sudah seharusnya bersandar pada prinsip syahadat tauhid dan syahadat rasul. Karena semua amal yang kita lakukan adalah derifasi dari pernyataan atas keyakinan dan kesaksian tadi dan tidak berdiri sendiri melainkan diatasnya.

·         Urgensi Syahadatain
Syahadat adalah pintu gerbang Islam. Untuk masuk Islam, orang harus menyatakan persaksian atas kebenaran Islam itu dengan mengucapkan syhadatain ini. Syahadat tauhidmerupakan pengakuan terhadap ketuhanan Alloh yang menurunkan sistem ini kepada Nabi-Nya. Syahadat rasul merupakan pengakuan bahwa Muhammad saw. harus dijadikan panutan dalam menjalankan Islam. Berikut ini adalah urgensi dari syahadatain tersebut:
1. Syahadatain adalah pintu gerbang Islam.
2. Syahadatain adalah intisari ajaran Islam
a. Secara global: Islam mengajarkan tentang aqidah dan syariat.
b. Secara umum: Islam mengajarkan tentang ibadah, akhlaq, muamalat.
3. Syahadatain sebagai azas perubahan

Untuk membangun masyarakat baru di atas puing-puing jahiliyah, Rasulullh saw. tidak mengawali perubahan itu dari politik, ekonomi dll. Beliau saw. mengawali dengan apa yang ada didalam jiwa mereka, yaitu dengan menanamkan syahadatain di dalamnya.

4. Syahadatain sebagai dakwah para rasul
5. Syahadatain sebagai fadhilah dan keutamaan yangbesar.
“Barangsiapa mengucapkan laa ilaha illallah, ia masuk surga”, “Barangsiapa mati sedang ia mengetahui bahwa tidak ada Tuhan selain Alloh, ia masuk surga”, “Dua kata yang ringan diucapkan namun berat timbangannya, yakni: laa ilaha illallah, Muhammad rasululloh“.

B.   Makna dan Fungsi kalimat Syahadat

SYAHADAT adalah bentuk masdar dari شهد يشهد   . secara lugowi lafad syahadat mempunyai beberapa arti, diantaranya :
  1. البيان  : Penjelasan atau Keterangan, oleh karena itu seorang saksi disebut BAYYINAH karena ia menjelaskan hak terdakwa.
  2. الرؤية  : Melihat, baik dengan mata kepala atau dengan mata hati.
Seperti dalam Al-Qur’an فمن شهد منكم الشهر فليصمه , maka bagaimana yang menyaksikan (melihat) hilal maka hendaklah berpuasa.


Menurut Ar-Razi : SYAHADAH, MUSYAHADAH dan SYUHUD artinya melihat,
 شاهد كذا إذا رأيته وأبصرته .

kemudian mengingat antara melihat dengan mata dan melihat dengan hati ada hubungan yang kuat, maka pengetahuan yang ada dalam hati juga disebut MUSYAHADAH atau SYUHUD, dan orang yang memiliki pengetahuan tentang sesuatu disebut SYAHID atau MUSHAHID. (Al-Qasimi 2 : 281)


الحضور مع المشاهدة  : Hadir dengan ikut terlibat melaksanakan, seperti dalam hadits : شهدت الأضحى   (aku menyaksikan ‘Idul Adha) artinya menyaksikan dan turut serta melaksanakan, bukan hanya melihat saja.

الحضور المجرد  : Melihat saja atau menyaksikan. Contoh dalam Al-Qur’an :

وليشهد عذابهما طائفة من المؤمنين … النور,   (dan hendaklah menyaksikan penyiksaan keduanya (laki-laki dan perempuan yang berzina) sekelompok orang yang beriman.



Demikian pula ungkapan شهد تلفزي  artinya: nonton televisi. Dan oleh karenanya orang yang menyaksikan sesuatu disebut SYAHID.

قول صادر عن علم حصل بمشاهدة بصيرة أو بصر. (الراغب  ص  275)

“ Ucapan yang lahir atas dasar ilmu dan keyakinan sebagai hasil pemikiran atau penglihatan sebagaimana dalam hadits : الإسلام أن تشهد أن لا إله إلا الله  

“ Islam itu adalah engkau mengakui (atas dasar ilmu) bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah”.
جار مجرى القسم  : “ Semakna dengan sumpah “.
Jadi makna أشهد    itu artinya : Aku bersumpah. Seperti ungkapan  أشهد بالله أن زيدا منطلق
“ Aku bersumpah dengan nama Allah bahwa Zaid itu pergi “.


Demikianlah diantara beberapa arti شهد يشهد  , tentu saja untuk mengartikan atau memilih salah satu artinya dalam suatu ungkapan tergantung konteknya dalam kalimat. Maka untuk mengartikan dua kalimah syahadah, arti yang tepat adalah sebagaimana dijelaskan diatas, yaitu ucapan yang lahir atas dasar ilmu dan keyakinan, ialah :

أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا رسول الله

“ Aku yakin (dengan sepenuh hati) bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah, Dan Aku yakin (dengan sepenuh hati) bahwa Muhammad adalah Rasulullah “.
Karena kalau أشهد   diartikan; Melihat, Menjelaskan atau menyaksikan, tentu saja tidak tepat. Sementara umumnya masih mengartikan dua kalimah syahadah dengan : “ Aku bersaksi bahwa …………… “. Hal ini mungkin berdasarkan arti شهد   itu menyaksikan, padahal menurut hemat Penulis kurang tepat. Wallahu ‘Alam


·         FUNGSI DUA KALIMAH SYAHADAT

Sudah sama-sama maklum, bahwa dua kalimah syahadat itu adalah sebagai Rukun Islam yang pertama, tetapi disamping itu juga banyak fungsi dan penggunaan dua kalimah syahadat, sebagaimana yang terdapat dalam hadits, diantaranya :
  1. Bacaan (do’a) setelah wudlu.
  2. Termasuk lafad adzan.
  3. Sebagai muqoddimah dalam khutbah.
  4. Bacaan dalam Tasyahud dan yang lainnya.



C.   Yang membatalkan Syahadat
Para fuqoha’ dalam kitab-kitab fikih telah menulis bab khusus yang diberi nama “Riddah” (kemurtadan). Dan yang terpenting adalah 10 hal, yaitu :

1. Syirik Kepada Allah,
Firman Allah :
https://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/48-arab.jpg?w=497&h=84https://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/48-arti.jpg?w=497&h=57https://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/72-arab.jpg?w=497&h=138
https://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/72-arti.jpg?w=497&h=77
Termasuk didalamnya menyembelih karena selain Allah, misalnya untuk kuburanyang dikeramatkan atau untuk jin dan lain-lain.
2. Orang yang menjadikan antara dia dan Allah perantara-perantara
Ia berdoa kepada mereka, meminta syafaat kepada merekadan bertawakkal kepada mereka. Orang seperti ini kafir secara ijma’. Kejadian ini pernah terjadi pada zaman Rosulullah SAW yaitu yang telah dilakukan oleh kaum kair Quraisy. Salah jika menganggap kaum Quraisy sepenuhnya berTuhan kepada Latta, ‘Uzza, Manat, serta Huban. Mereka hanyalah Ghoroniq buatan kaum mereka sendiri dengan dalih para ghoroniq inilah yang akan menyampaikan do’a-do’a serta permohonan mereka kepada Allah. Tuhan mereka hanyalah pemberi syafaat kepada mereka. Tampaknya hal ini juga banyak terjadi di kalangan masyarakat di negeri kita saat ini yaitu generasi-generasi jahiliyah modern.


3. Orang yang tidak mau mengkafirkan orang musyrik dan orang yang masih ragu terhadap kekufuran mereka atau membenarkan madzhab mereka, dia itu kafir.
4. Orang yang meyakini bahwa selain petunjuk Nabi Muhammad SAW lebih sempurna dari petunjuk beliau.
Seperti orang-orang yang mengutamakan hokum thaghut di atas hukum Rosulullah SAW, mengutamakan hukum atau perundang-undangan manusia di atas hukum Islam, maka dia kafir.
5. Siapa yang membenci sesuatu dari ajaran yang dibawa oleh Rosulullah SAW sekalipun ia juga mengamalkannya, maka ia kafir
6. Siapa yang menghina sesuatu dari agama Rosul SAW atau pahala maupun siksanya, maka ia kafir.
Hal ini ditunjukkan oleh firman Allah :
https://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/65-arab.jpg?w=497&h=91
https://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/65-arti.jpg?w=497&h=52
https://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/66-arab.jpg?w=497&h=88
https://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/66-arti.jpg?w=497&h=50








7. Sihir
diantaranya sharf dan ‘athf (barangkali adalah amalan yang membuat suami benci kepada istrinya atau membuat wanita cinta kepadanya/pelet). Barangsiapa melakukan atau meridhoinya, maka ia kafir. Firman Allah :
https://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/102-arab.jpg?w=497&h=316
https://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/102-arti.jpg?w=497&h=185









8. Mendukung kaum musyrikin dan menolong mereka dalam memusuhi umat Islam.
Firman Allah :
https://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/51-arab.jpg?w=497&h=128
https://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/51-arti.jpg?w=497&h=81

9. Siapa yang meyakini bahwa sebagian manusia ada yang boleh keluar dari syari’at Nabi Muhammad SAW
Seperti halnya Nabi Khidir boleh keluar dari syariat Nabi Musa maka ia kafir. Sebagaimana diyakini oleh ghulat sufiyah (sufi yang berlebihan / melampaui batas) bahwa mereka dapat mencapai suatu derajatatau tingkatan yang tidak membutuhkan untuk mengikuti ajaran Rosulullah SAW.
10. Berpaling dari agama Allah, tidak mempelajarinya dan tidak pula mengamalkannya.
Firman Allah :
https://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/22-arab.jpg?w=497&h=93
https://lilmessenger.files.wordpress.com/2008/07/22-arti.jpg?w=497&h=54
Syaikh Muhammad at Tamimi berkata, “tidak ada beda dalam hal yang membatalkan syahadat ini antara orang yang bercanda, yang serius (bersungguh-sungguh) maupun yang takut, kecuali orang yang dipaksa. Dan semuanya adalah bahaya yang paling besar serta yang paling sering terjadi. Maka setiap muslim wajib berhati-hati dan mengkhawatirkan dirinya serta mohon perlindungan kepada Allah SAW dari hal yang bisa mendatangkan murka Allah dan siksaNya yang pedih.”


BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Tauhid berarti mengakui keesaan Allah, mengesakan Allah atau mengi’tikadkan bahwa Allah SWT itu Esa atau satu,dan tidak ada sekutu bagi-Nya.Syahadat adalah sebuah pernyataan kepercayaan dalam keesaan Allah  dan Rasulullah sebagai Rasul-Nya. Sebagai ummat nabi Muhammad SAW,kita hidup di dunia ini untuk kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah, mengakui dan meyakini bahwa Muhammad SAW sebagaihamba dan utusan Allah, mengimani semua yang dating dari beliau, termasuk tentang para nabi dan para rasul Allah yang terdahulu. Setiap tindakan dan amal kita sudah seharusnya bersandar pada prinsip syahadat tauhid dan syahadat rasul. Karena semua amal yang kita lakukan adalah derifasi dari pernyataan atas keyakinan dan kesaksian tersebut dan tidak berdiri sendiri melainkan diatasnya.

B. Saran
Untuk pengembangan lebih lanjut maka penulis memberikan saran yang semoga bermafaat bagi para pembaca yaitu:
1. Diharapkan kita bias memahami pengertian dari syahadatain beserta makna dan bagaimana mengimplementasikannya.
2. Diharapkan kita dapat lebih dalam mempelajari Ilmu Tauhid.
3. Diharapkan kita bias mengambil pelajaran dari makalah ini.
Mohon maaf apabila dalam penyusunan makalah terdapat kesalahan baik dalam penggunaan bahasa maupun dalam penulisan makalah.Untuk mengembangkan makalah ini, perlu adanya kritik serta saran dari pembaca.


DAFTAR PUSTAKA

http://abuzubair.wordpress.com/2007/08/28/syahadatain-dua-kalimat-syahadat.
http://Juni.Hartono.blogspot.com/2013/10/islami
cahayaislam.blogspot.com
http://elmanba.blogspot.com/2010/06/makna-dan-fungsi-dua-kalimat-syahadat.html